|


|
|
|
|
|
PERSEMBAHAN PUJIAN YANG MEMBERKATI DARI GROUP GBI INTERCON, KLIK "SEGITIGA PANAH" DI ATAS UNTUK MEMUTAR VIDEO.
|
KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH
GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (CABANG KHUSUS 7)
“MENGATASI KESUAMAN ROHANI”
Pembicara: Pdm.Alex Leo

Tanggal 27 Februari 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Yesaya 48:17-19, 50:4
Wahyu 3:14-22
Wahyu 3:14-22 14”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Kota Laodikia adalah kota perdagangan yang sangat strategis. Orang percaya di Laodikia mengalami kelimpahan dalam ekonomi namun mengalami kemunduran dalam hal rohani, sehingga Tuhan mencela keadaan mereka dan mau memuntahkan mereka dari mulut-Nya. Keadaan dingin: keadaan yang tidak mengenal Allah dan keadaan panas: situasi rohani yang sangat rindu mengasihi Allah.
Sedabgkan suam-suam: keadaan secara jasmani srtia melayani Tuhan, rasanya sudah selamat (hanya merasa) padahal dirinya sedang menuju kedbinasaan.Dan keadaan ini sangat berbahaya, karenanya Tuhan memerintahkan lebih baik mereka dingin atau panas. KKondisi panas-turun menjadi suam terjadi secara perlahan tapi tidak dapat disadari dengan cepat sehingga tidak mampu untuk bangkit
Ciri-ciri kerohanian orang-orang yang berada dalam keadaan suam-suam:
1. Ayat 17.Merasa tidak lagi terlalu membutuhkan Yesus. Hal ini ditunjukkan dengan kurangnya minat rohani; suka terlambat dalam ibadah, tidak ada saat teduh, selalu merasa benar, tidak lagi mengutamakan Tuhan dalam hidupnya.
2. Selalu merasa hampa dalam ibadah: suka memilih pembicara untuk memuaskan selera dan tidak merasakan kehadiran Allah dalam setiap pertemuan ibadah.
3. Sulit untuk bersyukur.: tidak merasa cukup dan tidak puas dengan pemeliharaan dan berkat yang telah Tuhan berikan. Hal ini seperti kondisi Israel di padang gurun yang dipelihara dengan roti manna dari sorga namun kemudian mereka bosan dan kemudian bersungut-sungut. Tidak bersyukur adalah suatu pemberontakan di hadapan Tuhan sehingga Tuhan murka dan membinasakan Israel di padang gurun.
Bagaimana mengatasi kondisi rohani yang suam-suam?
1. Ayat 18. Tuhan memerintahkan supaya jemaat Laodikia membeli: hati yang murni, kekudusan, mata rohani yang terus terbuka dan tertuju kepada-Nya. Hati yang murni: memiliki ketulusan dalam mengasihi Tuhan, hidup bergantung dan membutuhkan Tuhan, melatih kepekaan rohani, haus dan rindu akan Tuhan serta kembali kepada kasih yang mula-mula.Dengan mata rohani yang dimurnikan Tuhan maka kita akan dengan mudah membedakan mana dosa dan mana kebenaran.
2.Ayat 19. Merelakan hati untuk ditegur dan mau bertobat.Orang yang dikasihi Tuhan pasti ditegur, karena itu dibutuhkan hati yang rela dan tulus untuk menerima didikan dan hajaran Tuhan sehingga kita dipimpin ke jalan-Nya yang benar dan diselamatkan. Bertobat berarti kembali ke jalan Tuhan, kembali kepada rencana Tuhan dan tidak mengikuti keinginan/kehendak sendiri.
"MULTIPLIKASI DAN PROMOSI"
Pembicara: Pdp.DR.Janto Simkoputera,MD,PHD

Tanggal 27 Februari 2011 Ibadah Raya III (jam 09.00 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Yesaya 48:17-19, 50:4
“MULTIPLIKASI DAN PROMOSI” (Tahun Transisi Apa Yang Harus Diperbuat?)
Yesaya 48:17-19, 50:4
Yesaya 48:17-19
Tahun 2011 sebagaimana pesan Gembala Sidang bahwa kita harus tahu visi/kehendak Tuhan dalam Tahun ini agar hidup kita mengalami multiplikasi dan promosi dari Tuhan, dan yang menjadi kehendak Tuhan tahun ini buat kita antara lain:
1. Menjadi saksi Kristus melalui penginjilan untuk memenangkan sebanyak mungkin jiwa bagi kemuliaan nama Tuhan.
2. Mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus yang kedua kalinya dengan memperbaiki karakter hidup kita semakin serupa dengan Kristus, segala kepahitan/kekecewaan/kesombongan harus dilenyapkan.
3. Mengandalkan Tuhan dalam segala hal.
4. Bergairah dalam Tuhan dengan cara membangun hubungan intim dengan Tuhan.
Apa Kehendak Tuhan Saat Ini?”
Yesaya 50:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat member semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.
1. Miliki Lidah seorang Murid
Artinya kita harus memiliki kata-kata yang membangun/menguatkan yang lemah, memberikan semangat kepada yang letih lesu.
2.Pertajam Pendengaran
Dalam hidup ini, tiap pagi kita harus mempertajam pendengaran kita untuk mendengarkan suara Tuhan untuk mengetahui apa yang menjadi tuntutan/kehendak yang Tuhan ingin kita lakukan dalam hidup sehingga multiplikasi dan promosi pasti diraih.
3.Tahun 2011 = Tahun Transisi
Banyak tantangan/godaan yang akan terjadi di tahun 2011, dan jika kita memiliki respon yang salah hidup kita akan penuh kekecewaan/kepahitan dan keluar dari rencana Tuhan, maka kita harus memiliki respon yang benar dengan bertobat/introspeksi diri supaya alami multiplikasi dan promosi.
"KETAATAN (REAKSI TERHADAP TUHAN)"
Pembicara: Pdt. Johan Lumoindong

Tanggal 20 Februari 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Yohanes 9:1-12, 13-41
Yohanes 9:1-12
Yohanes 9:1-121Waktu Yesus sedang lewat,Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.2Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya:”Rabi,siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya,sehingga ia dilahirkan buta?”3Jawab Yesus:”Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"
11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."
12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."
Ketika Yesus berhadapan dengan satu orang buta perlu membahas dalam 41 ayat,sedang ketika berhadapan dengan dua orang buta, cukup beberapa ayat saja, karena acapkali kita harus melihat pertolongan hanya datang dari Tuhan, itu prinsip yang hakiki, dan pekerjaan Tuhan itu pasti acapkali berkaitan dengan ketaatan. Demikian hal inilah yang mau Tuhan tekankan dalam prinsip hidup kita. Dalam hal ini, orang buta memiliki kepercayaan dan ketaatan yang lebih kepada perintah Tuhan daripada orang yang dapat melihat. Mujizat selalu bekerjasama dengan ketaatan sebagaimana dinyatakan dalam ayat Firman di atas yang dengan taat dilakukan oleh orang buta tersebut.
Ketaatan Berkenaan Dengan Reaksi Kita Terhadap Tuhan Yesus.
Bereaksilah secara positif maka hal positif akan terjadi demikian sebaliknya jika reaksi kita negatif maka hal negatif yang akan kita terima. Dalam hal ini, orang buta itu taat pergi ke kolam walaupun belum melihat dan saat membasuh mampu merasakan mujizat kesembuhan terjadi dan hal yang terpenting yang dilakukan oleh orang buta tersebut adalah langsung kembali kepada Tuhan saat sudah menerima mujizat tersebut untuk mengucap syukur dan berterimakasih.
a. Kelompok pertama adalah kelompok orang farisi yang selalu tidak percaya dan menutup hati terhadap perintah Tuhan dan lebih mengandalkan pada pengertian sendiri dan selalu berpikiran negatif serta menuduhkan hal-hal yang bukan-bukan ketika melihat orang lain mengalami mujizat.
b. Kelompok kedua adalah kelompok ‘tetangga’ yang selalu maju mundur dan selalu memandang segala sesuatu berdasarkan kondisi dan situasi
c. Kelompok ketiga adalah kelompok’orangtua’ yang sudah lihat kebenaran/percaya tapi masih takut-takut untuk mengakui kedaulatan Tuhan tapi lebih menyerahkan kepercayaan kepada suara orang banyak bukan kepada Tuhan.
d. Kelompok keempat adalah kelompok orang buta itu sendiri yang selalu konsisten dengan iman/kepercayaan dan kasih kepada Tuhan walau apa pun yang terjadi.
Yang harus kita lakukan adalah meneladani sikap/reaksi orang buta terhadap Tuhan,yang senantiasa percaya dan mengandalkan Tuhan dalam hidup sehingga mujizat pasti selalu terjadi di hidup Anda.
"MENGHASILKAN BUAH KEHIDUPAN YANG BENAR"
Pembicara: Ps.Jose Carol

Tanggal 20 Februari 2011 Ibadah Raya II (jam 09.00 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Matius 6:9-13 (Doa Harian)
Matius 6:9-13 (Doa Harian)
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Mengapa Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk meminta makanan hanya untuk hari ini secukupnya? Bukankah lebih efisien jika kita meminta untuk persediaan kebutuhan hidup untuk waktu yang panjang, sebab akan jauh lebih mudah dan tidak repot-repot datang meminta kepada Tuhan terus menerus?.
Dalam hal ini Tuhan Yesus mengajarkan kita supaya hidup kita bergantung sepenuhnya kepada pemeliharaan Bapa Sorgawi (menumbuhkan karakter rendah hati).
Alasan mengapa Yesus mengajarkan kita untuk meminta makananan secukupnya setiap hari.
Karena apa yang kita lakukan setiap hari harus kita lakukan setiap hari.
Kita harus makan 3 kali sehari dan tidak makan 30 kali dalam sehari, sebab jika tidak demikian maka masalah akan muncul dalam hidup kita.
Demikian pula dalam membaca Firman Tuhan.Kita tidak bisa membaca Firman Tuhan untuk jatah seminggu pada waktu satu hari saja. Otot-otot rohani kita perlu dilatih setiap hari, dengan konsisten maka kita akan sehat dan kuat dalam iman dan dasar yang kokoh.
Stamina iman kita harus dibangun secara bertahap dengan disiplin rohani setiap waktu. Mulailah membaca Firman Tuhan 1 ayat tiap hari dengan disiplin dan ketekunan, tingkatkan dengan 1 fatsal setiap hari dan seterusnya dan dimulai dengan kitab yang mudah dibaca/tidak membosankan.
Keluaran 16:15,19,24 Orang Israel diberi makan untuk jatah setiap hari. Untuk mengubah keadaan orang Israel Tuhan dapat melakukannya dalam sehari, tapi untuk membangun iman dan kepercayaan kepada Allah (kebergantungan kepada Tuhan) membutuhkan waktu yang panjang.
Bilangan 11:18-20, 31 mjizat yang Tuhan kerjakan di tengah-tengah bangsa Israel sangat mudah dilupakan mereka. Israel mudah bosan dan bersungut di tengah padang gurun padahal Allah selalu menyertai dan memelihara mereka setiap hari. Dalam Bilangan 11 dikemukakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup Israel dalam kurun waktu yang panjang Tuhan sangat mampu, bahkan sebelum mereka menelan daging yang mereka makan, mulut mereka sudah penuh kembali dengan daging hingga mati dengan daging di mulut mereka.Namun demikian karakter hidup Israel tidak dapat diubah melalui mujizat.Karakter terbentuk melalui padang gurun kehidupan dan kerelaan untuk belajar bergantung sepenuhnya kepada Tuhan serta respon positif dalam menerima pembentukan dari Tuhan.
Saudaraku, hidup kurang tidak berarti sedikit, dan memiliki banyak belum tentu kaya ! >Karena itu belajarlah bersyukur dengan apa yang Tuhan percayakan kepada kita saat ini, setia dengan apa yang Tuhan percayakan walau sedikit, maka Tuhan akan mempercayakan perkara besar dalam hidup kita.
"PRINSIP MENGHASILKAN BUAH KEHIDUPAN"
Pembicara: Ps.Jose Carol

Tanggal 20 Februari 2011 Ibadah Raya I (jam 07.00 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Lukas 6:43
Lukas 6:43-6 ; 43:45 43”Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik .44Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya.Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya,meluap dari hatinya.”
Prinsip yang harus kita miliki untuk menghasilkan buah kehidupan yang baik:
Untuk menghasilkan buah yang baik, kita harus menanam benih yang baik (ayat 43)
Pohon dikenal baik dilihat dari buahnya. Dan untuk menghasilkan buah dibutuhkan waktu sebab tidak ada pohon yang berbuah dalam waktu satu malam. Demikian pula dengan masalah dalam hidup kita; tidak pernah ‘penyebab’ masalah itu muncul tiba-tiba.
Buah dari masalah itu muncul karena sebab/akar kebiasaan buruk yang sudah biasa kita lakukan. Untuk mengubah buah yang buruk menjadi baik tidak bisa, kita serahkan kepada Tuhan begitu saja dan meminta mujizatnya terjadi, tapi dibutuhkan kerelaan hati untuk bertobat dan mengubah /membaharui kebiasaan buruk yang sudah menjadi tabiat dan yang menghasilkan masalah tersebut. Tuhan lebih rindu mengubah siapa kita/ hidup kita/ karakter kita daripada mengubah masalah dan keadaan kita.
Yeremia 17:11 Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal..
Orang yang hidup tidak jujur, perhitungan Tuhan ada di tengah hidupnya dan pada akhir hidupnya akan mengalami kehilangan nama baiknya/ segala-galanya. Jangan iri dengan kekayaan orang fasik sebab akan datang waktunya Tuhan akan melenyapkan mereka.
Kita akan mengenal buah yang baik atau pun buruk pada masa panen tiba. Dan untuk menikmati hasil yang baik butuh kesabaran. Dibutuhkan kebenaran dalam menjalani hidup ini.
Seringkali kita mengukur kehidupan ini secara pendek/seketika. Hal ini jangan terjadi dalam hidup kita. Kalau kita menabur kebenaran dan kebaikkan jangan putus asa sebab pasti kita akan menuai dan menikmati hasil yang baik. Ada satu pengharapan yang pasti bagi orang yang hidup dalam kebenaran dan menaburnya tiada lelah.
"TAHUN KEMULIAAN"
Pembicara: Pdt.Agus Lutan

Tanggal 06 Februari 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Yesaya 45:5-8
13 Februari 2011-02-14 Pdt Agus Lutan
“IMAN ADALAH KUNCI PEMULIHAN”
Ibadah Raya IV (16.30)
Markus 5:25-34
Markus 5:25-34
Tahun 2011 Tuhan akan mencurahkan berkat yang besar bagi gereja-Nya, tahun dimana Tuhan akan menggenapi setiap janji_Nya, tahun multiplikasi dan promosi. Tapi ada satu spirit yang berusaha menggagalkan supaya kita tidak mengalami promosi dan multiplikasi yaitu spirit “tawar hati”. Tawar hati akan mematahkan semangat, membuat kita apatis dan putus asa,membuat kita kehilangan keberanian dan merasa lemah/tidak mampu, kehilangan gairah hidup dan hopeless lalu kita meninggalkan iman dan panggilan.
Apa kunci untuk kita dapat mengalami pemulihan? Jawabnya adalah IMAN!
3 Unsur dari Iman yang harus kita miliki untuk mengalami pemulihan, multiplikasi dan promosi:
1.Harapan.
Dasar dari iman adalah harapan (Ibrani 11:1). Kita harus berani berharap sehingga dapat membangkitkan iman (1 Petrus 1:3) yang, bahkan kita harus penuh dengan harapan! Jadilah orang Kristen yang tidak mudah hopeless dan terus berani berharap! Kita akan mendapatkan dari apa yang kita harapkan
2.Keyakinan
“Engkau akan mendapatkan apa pun yang engkau yakini.” Perempuan yang sakit pendarahan itu tidak hanya berharap saja tapi dia memiliki dasar untuk berharap, yaitu keyakinan. Jika kita meyakini hal yang positif terjadi dalam hidup ini, maka kita akan menerima yang positif demikian juga sebaliknya. Keyakinan muncul dari ucapan perkataan kita.
3.Keberanian Bertindak/melangkah.
Perempuan itu mengambil langkah iman dan bertindak; keyakinan dan imannya mengalahkan sakit yang dideritanya,mungkin dengan merayap sampai dia menggapai jumbai jubah Yesus.
"BERSANDAR KEPADA KRISTUS"
Pembicara: Pd. Rubin Adi Abraham

Tanggal 13 Februari 2011 Ibadah Raya III (jam 11.00 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Filipi 1:3-6
Pdt. Rubin Adi Abraham
11.00
Filipi 1:3-6
"Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.
4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.
5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.
6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."
Baik orang Kristen atau non Kristen pasti alami masalah,tapi yang membedakan adalah bagi orang Kristen ada Tuhan yang akan memberikan kekuatan dan jalan keluar, sebaliknya orang non Kristen akan berjuang keras keluar dari masalahnya dengan kekuatan sendiri.
Ciri-ciri orang yang bersandar kepada Kristus.
1.Hidup Mengucap Syukur (ayat 3,5)
Mengucap syukur adalah ciri orang yang mengandalkan Tuhan bukan karena keadaan baik saja, tapi dalam segala hal harus bisa mengucap syukur karena Tuhan turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap kita yang percaya danmengasihi-Nya. Jadi dalam segala hal berusahalah untuk melihat sisi positif dari setiap masalah supaya kita bisa mengucap syukur (1 Tesalonika 5:18).
2.Hidup Beriman (ayat 6)
Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Kita harus yakin bahwa Tuhan itu baik dalam segala keadaan, dan rancangan-Nya pasti baik buat kita. Karena sekalipun ada banyak masalah, milikilah iman bahwa Tuhan senantiasa beserta kita, Dia akan menjaga, melindungi dan menghibur kita serta memberikan jalan keluar atas masalah kita, karena bagi Tuhan tak ada yang mustahil. (Mazmur 23:4).
3.Hidup Dalam Kasih (ayat 7-8)
Allah adalah sumber kasih, bukan kasih kita tapi kasih Kristus yang kita salurkan yang membuat kita mampu mengampuni, mengasihi dengan tulus, dsb. Hidup dalam kasih berbicara kita harus mengakui Yesus sebagai Tuhan yang berdaulat atas kita serta andalkan hanya Tuhan saja dalam melakukan setiap tingkah langkah kita, sehingga kita bisa hidup dalam kasih, karena Tuhan ada dalam hidup kita.
4.Hidup Dalam Doa (ayat 4,9)
Libatkan Allah dalam hidup melalui doa supaya kita memahami Firman Tuhan dan memiliki hikmat dalam dan melakukan Firman-Nya serta mampu menyikapi setiap masalah dengan benar. Selain itu,melalui doa kita bisa memilih hal benar (hal yang baik dan yang suci) yang membuat
-->
"TAHUN KEMULIAAN"
Pembicara: Pdp. Febba Affan

Tanggal 06 Februari 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Yesaya 45:5-8
Yesaya 45:5-8 ; 44:6-85.Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,6
supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,
7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.
45:8 Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan, dan baiklah ditumbuhkannya keadilan! Akulah TUHAN yang menciptakan semuanya ini."
44:6-8Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.
44:7 Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!
44:8 Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!"
Tahun ini adalah tahun kemuliaan karena Tuhan yang akan berperang dan memberikan kemenangan buat setiap kita yang dipilih dan mengasihi-Nya.Mengapa Allah tidak mau menulis secara langsung agar semua orang bertobat? Karena masih ada kita gereja-Nya yang harus menjadi saksi-saksi bagi_nya, dan orang-orang di sekitar kita harus tahu dan mengenal bahwa Tuhan yang kita sembah adalah satu-satunya Pencipta langit dan bumi.
Oleh sebab itu tahun 2011 saatnya anak-anak Tuhan bangkit dan memprioritaskan Tuhan di atas segala-galanya (Matius 6:33)
Bagaimana Menerima Tahun Kemuliaan Tuhan ?
Supaya ada pengakuan umum bahwa Tuhan yang kita sembah adalah satu-satunya penolong, maka kita semua harus memberikan bukti dengan adanya pengakuan dari kita bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Allah di atas segala-galanya, sehingga Tahun Kemuliaan itu nyata di tahun 2011.
1. Menjadi Saksi Kristus (Yesaya 45:5-8)
Bukan hanya kepada orang lain tetapi terutama kepada diri sendiri harus mengakui Tuhan sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, baru kita bias bersaksi kepada orang lain.
2. Responi Panggilan Tuhan (Yesaya 45:1)
Responi panggilan Tuhan dengan benar, yaitu mau diubahkan setutut kehendak Tuhan sebagaimana Tuhan memakai Raja Koresh (dari Persia) dan mengurapinya serta siap dipakai Tuhan.
3. Hanya Mengandalkan Tuhan dengan Memiliki Iman (Yesaya 44:3 ; 45:2)
Di dalam hidup ini, biarkan Tuhan yang menuntun setiap langkah kita supaya berkat Tuhan senantiasa ada di hidup kita dalam kondisi kekeringan atau krisis sekalipun. Untuk itu hanya andalkan Tuhan saja dalam hidup ini karena Tuhan tahu kebutuhan setiap kita pribadi lepas pribadi dan memberikan yang terbaik kepada kita, dan perlu iman untuk memperoleh janji Tuhan tersebut.
Dampak dari Multiplikasi dan Promosi dari Tuhan maka kita akan bangkit menjadi terang Kristus, terang tersebbut akan menarik perhatian banyak orang, sehingga banyak jiwa akan bertobat dan dimenangkan bagi kemuliaan Tuhan, maka saat itulah Tuhan akan mengaruniakan kepada kita upah yaitu berkat yang berlimpah dan yang terpenting adalah kehidupan kekal. (Yesaya 60:1-22)
<--
"Hidup oleh Percaya"
Pembicara: Pdt.Samuel Irwan Santoso

Kesaksian Pd -->
Tanggal 23 Januari 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan :
Lukas 8:43-47 43Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun.
44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.
45 Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau."
46Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku."
47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.
Di saat kita sudah setia dengan Tuhan namun masih banyak masalah dan pergumulan yang kita hadapi, tetaplah setia dan percaya selalu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita bergumul sendiri Tuhan ingin kita dewasa dalam kerohanian kita. Tuhan ingin kita hidup hanya mengandalkan-Nya dan bukan mencari jalan keluar sendiri dengan tanpa hasil apapun seperti halnya yang dilakukan oleh perempuan yang sakit pendarahan tersebut di atas.
Demikian juga dalam hidup kita,walaupun begitu banyak masalah dan pergumulan yang sampai saat ini belum terselesaikan,tetap bersyukur tetap setia tetap percaya bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap kita yang mengasihi-Nya.
Bagaimana dapat hidup oleh PERCAYA?
1.Mengandalkan Tuhan
Bilangan 15:38-40 “…”
Bukan soal menjamah atau iman perempuan dalam Lukas 8:43-47, tetapi kepada siapa dia percaya yaitu jumbai jubah Yesus. Mengapa jumbai jubah Yesus? Karena hal itulah yang mengingatkan kita akan Tuhan dengan segala perintah-Nya dan harus melakukan perintah-Nya serta menjadikan Tuhan sebagai pemilik atas hidup kita, bukan mengandalkan kekuatan sendiri dengan mencari jalan sendiri yang tanpa hasil, sehingga oleh ketaatan/kesetiaan percaya dan mengandalkan-Nya, kita menjadi kudus dan mengalami mujizat Tuhan.
2. Hidup dalam Pengucapan Syukur
Orang yang hidup dengan percaya akan melewati hari-hari hidupnya dengan mengucap syukur kepada Tuhan apa pun keadaannya dan tidak mengeluh. Bahkan walaupun keadaan makin sulit dan terasa tidak ada harapan bagi kita,tetaplah mengucap syukur dan menerima semua penderitaan/kesesakan dengan iman bahwa lewat semua itu Allah bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi dan yang terpanggil sesuai rencana-Nya.
Kita dipanggil Allah tidak hanya untuk percaya tapi juga untuk menderita bersama Dia dan menjadikan Tuhan sebagai pemilik atas hidup kita. Mari kita belajar hidup dengan PERCAYA lebih lagi dari waktu ke waktu, dari keadaan kepada keadaan berikutnya, bergantung sepenuhnya kepada tuntunan Tuhan dan penuh dengan ucapan syukur kepadaNya.
Visi Tuhan : Pandangan ke depan yang datangnya dari Tuhan bagi orang yang percaya dan hidup dalam tuntunanNya.Kita harus hidup dalam visi Tuhan, bahwa Dia akan memahkotai tahun dengan kebaikan.
"BERSIAP UNTUK TAHUN MULTPLIKASI dan PROMOSI 2011"
Pembicara: Pdp. Roy Tanudjaja, M.Sc

Kesaksian Pdp.Roy Tanudjaja
Tanggal 16 Januari 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Mazmur 65:12a
Visi Tuhan : Pandangan ke depan yang datangnya dari Tuhan bagi orang yang percaya dan hidup dalam tuntunanNya.Kita harus hidup dalam visi Tuhan, bahwa Dia akan memahkotai tahun dengan kebaikan.
Mazmur 65:12a.: "Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu
Segala sesuatu yang baik dan yang kita rindukan akan dicurahkan Tuhan bagi kita di tahun ini. Itu janji Tuhan, bahwa Dia akan memahkotai tahun dengan kebaikan.
Yesaya 48:18-19:" 18Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,19maka keturuanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya, nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku."
Pesan Tuhan untuk memasuki tahun 2011:
1.Menjadi saksi Kristus, syaratnya :serupa dengan Karakter Kristus Yesus.
2.Persiapkan jalan untuk Tuhan.
3.Hanya mengandalkan Tuhan.
4.Bergairah (passion) dengan Tuhan.Tidak jemu-jemu melayani Tuhan, penuh antusias mencari hadirat Tuhan dan mengarahkan hidupnya pada perkara ilahi/kekekalan.
Passion artinya:
a.Menempatkan Tuhan di atas keinginan dan kehendak pribadi kita.
b.Mencintai Tuhan di atas segala-galanya. Filipi 3:8." malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus,Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah,supaya aku memperoleh Kristus."
"MULTIPLIKASI dan PROMOSI"
Pembicara: Pdt. Johan Lumoindong

Tanggal 02 Januari 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Markus 10:27
Markus 10:27 Yesus memansdang mereka dan berkata:" Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah.Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah"
Tahun ini adalah tajun Multiplikasi dan Promosi dalam segala segi kehidupan dari Tuhan kepada semua orang perecaya! Hanya saja hal ini hanya berlaku kepada orang yang menerima dengan iman dan percaya dengan sungguh setiap janji Tuhan kepada kita. Bagi manusia hal multiplikasi dan promosi adalah suatu yang mustahil apalagi melihat fakta yang sedang dihadapi, tapi hal itu tidak mustahil bagi Tuhan.
Bagaimana Supaya Kita Mengalami Tahun Multiplikasi dan Promosi ?
1. Ayat 17-18 . Memiliki paradigma yang benar tentang TUHAN.
Orang kaya yang datang kepada Yesus itu memiliki paradigma yang keliru bahkan salah tentang siapa Yesus.
2. Ayat 21 . Memiliki prioritas yang benar (perlu keseimbangan dalam hidup).
Multiplikasi dan promosi adalah milik orang-orang yang mempunyai prioritas dalam hidup, yaitu mengutamakan Tuhan dan memberi keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. Menempatkan Tuhan pada tempat utama lebih dari segalanya adalah panggilan semua orang percaya apapun kondisi kita dan di pihak lain kita harus dapat memelihara keseimbangan hidup; menjadi orang yang mampu menerima kondisi baik atau buruk dalam hidup.
3. Ayat 19-20 . Memiliki ketaatan terhadap firman Tuhan.
Orang yang taat adalah orang yang siap menerima janji-janji Tuhan. Ketaatan adalah sikap seseorang yang tanpa mempertanyakan alasan atau sebab mengapa harus dilakukan. Ketaatan terhadap Firman Tuhan akan membawa kita kepada kehidupan yang bermultiplikasi dan promosi.
4. Ayat 22 . Memiliki iman dan tindakan yang sesuai Firman Tuhan (Memelihara iman).
Iman timbul dari mendengarkan Firman Tuhan. Tapi iman yang bertumbuh lahir dari kehidupan yang menghidupi Firman dalam kehidupan setiap hari. Iman harus disertai perbuatan nyata (Yakobus 2:18) maka keseimbangan antara mendengar dan berbuat akan membawa kita masuk dalam kehidupan yang bermultiplikasi dan promosi yang nyata.
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan November- Desember 2010
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan September-Oktober 2010
Back
to home
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Oktober 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan September 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Agustus 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Juli 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Juni2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Mei 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan April 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Maret 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Februari 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Januari 2011
Ringkasan Khotbah Agustus - Desember 2009
Ringkasan Khotbah Juli 2009
Ringkasan Khotbah Juni 2009
Ringkasan Khotbah Mei 2009
Ringkasan Khotbah April 2009
>
Ringkasan Khotbah Maret 2009
Ringkasan Khotbah Februari 2009
Back
to home
|
|
|
|
COPYRIGHT 2011-2012 LIVINGBLESSING |
|
|
|
Hidup
yang memberkati, Berkat yang menghidupkan , Berkat dan Hidup.Situs berkat bagi Indonesia. Sukacita adalah ciri orang Kristen, menjadi saluran berkat sesama.
|