banner
Foyer
. HOME
SETEGUK MADU
ENSIKLOPEDI KRISTEN

PESAN SPONSOR

 

SYAIR LAGU ROHANI

 


INNER LINK
WASPADAI AJARAN FILSAFAT DUNIA
BIOGRAFI WOODROW WILSON
LINK KRISTEN BAHASA ASING LAINNYA
LINK ORGANISASI KRISTEN INDONESIA
LINK ORGANISASI KRISTEN  
LINK KRISTEN INDONESIA  

 
 

 


 

 

 

Google
KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH
GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (Cabang khusus 7 GBI GATOT SOEBROTO)


" MENGALAHKAN KEPUTUSASAAN"

Pembicara: Pdt. Sutadi Rusli (GBI DANAU BOGOR RAYA )

Ps.Sutadi Rusli

Tanggal 26 Juni 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)


Ayat Firman Tuhan : Lukas 24:13-25
13Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" ??Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 24:19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. 24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. 24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. 22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 24:23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

Dua orang murid Yesus Kleopas dan Lukas sedang berjalan dari Yerusalem menuju ke Emaus (Menurut ahli kitab, Lukas adalah teman Kleopas dan salah satu murid Yesus). Emaus artinya :Keputusasaan. Orang yang mengalami keputusasaan, sedang berjalan menurun.Turun dari tempat yang penuh damai sejahtera (Yerusalem) menuju keputusasaan (Emaus)

Ciri-ciri orang yang mengalami putus asa :
1. Tidak Percaya. Yudas 1:5 ”Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya. Tidak percaya adalah dosa dan tindakan menolak Yesus bekerja dan menyatakan recana-Nya melalui segala yang kita alami. Sebaliknya percaya adalah langkah awal dimulainya suatu mujizat dalam hidup kita.

Tuhan menuntut kita percaya (TRUST) pada-Nya sehingga kita tidak mengalami kekuatiran, sebaliknya membiarkan kuasa-Nya berlaku atas kita (Matius 6:25-34). Kekuatiran adalah dosa akibat tidak percaya akan camputangan, pertolongan dan pemeliharaa Tuhan dalam hidup kita. Orang yang kuatir adalah orang yang sombong, yang berusaha menangani setiap persoakannyna dengan kekuatannya sendiri dan tidak mengandalkan atau menyerahkannya pada Tuhan.
2. Tidak ada sukacita
Sukacita (joy) dari Tuhan adalah keuatan dan obat bagi roh, jiwa dan tubuh kita. Orang yang hidupnya dalam keputusasaan tidak mengalami sukacita (joy), hidupnya dalam kemurungan dan tidak ada kepastian/hilangnya pengharapan. Sukacita dalam Alkitab ada dua kata: JOY (sukacita dalam hati karena perbuatan Tuhan) dan rejoice, yaitu buah yang keluar dari sukacita dalam hati (joy) yang nampak dan bermanifestasi dalam kehidupan nyata.
3. Hidup dalam kekecewaan.Amsal 18:21 “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Dalam mulut kita Tuhan taruh kuasa, sehingga apa yang kita perkatakan akan berdampak langsung bagi hidup kita. Apa yang kita alami adalah gema dari seluruh perkataan dan respon kita. Ketika kita memperkatakan hal yang indah dan manis, maka kita akan memakan buah yang manis dan mengalami multiplikasi dan promosi dalam hidupnya.

Tuhan mau supaya kita bertambah-tabah dalam sukacita (joy) apa pun keadaan yang kita alami. Sukacita yang dari Tuhan tidak tergantung oleh keadaan kita (unconditional), sehingga meluputkan kita dari segala bentuk dosa keputusasaan


" HIDUP DALAM KEKUDUSAN"

Pembicara: Pdt. Agus Lutan

Ps.Agus Lutan

Tanggal 19 Juni 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)


Ayat Firman Tuhan : 1 Petrus 1:13-17

1 Petrus 1:13-17. 13Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu pernyataan Yesus Kristus.14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Ada satu hal yang sangat esensi yang harus diberitakan Gereja sepanjang waktu yaitu perihal kekudusan. Mengapa? Karena Allah itu KUDUS! kekudusan adalah naturalnya Tuhan, sebab itu umat-Nya harus hidup dalam kekudusan setiap waktu.
Hidup kudus tidak berarti kita harus menjadi orang aneh (seperti tampil serba putih secara fisik). Karena Tuhan yang memerintahkan untuk hidup kudus, maka kita pasti bisa hidup kudus dan itu adalah hal normal karena ststus kita sebagai orang benar yang telah dikuduskan oleh Tuhan.
Bagaimana kita bisa menjaga untuk tetap hidup kudus? Ada lima cara untuk tetap hidup dalam kekudusan.
1. Menjaga pikiran (1 Petrus 1:13) dosa selalu masuk lewat pikiran kita sehingga pikiran menjadi medan peperangan. Iblis membangun bentengnya dalam pikiran kita, seseorang itu dibentuk melalui pikirannya.

2. Waspada dan Penguasaan Diri. Kita hidup di jaman permisif (segala sesuatu diijinkan)dan dengan berbagai cara iblis berusaha menghancurkan hidup orang percaya, karena itu kita harus waspada dan memiliki self control (1 Korintus 10:23 &31) ada 3 saringan untuk control diri: Boleh, Berguna dan memuliakan Allah.

3. Mengandalkan Kristus. Kita tidak bisa hidup kudus dengan mengandalkan kemampuan kita,semakin mengandalkan diri sendiri akan semakin jatuh.Hidup kudus hanya terjadi dengan bergantung pada kekuatan dan kasih karunia Tuhan Yesus.

4. Hidup dalam ketaatan/ Ruled by God (1 Petrus 1:14). Hidup dalam ketaatan berarti hidup dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus, serta tidak dikuasai oleh hawa nafsu. Alkitab menjabarkan beberapa jenis hawa nafsu:
* Nafsu makan, contoh: Esau yang menukarkan hak kesulungan dengan semangkuk sup kacang merah. Jaman sekarangn banyak orang mati karena nafsu makan, bukan karena kelaparan.
* Nafsu sex. Trend terbaru terhadap nafsu sex salah satunya adalah lewat reuni di facebook. Dengan acara reuni maka dapat saja terjadi CLBK (cinta lama bersemi kembali).Kita harus peka


" SALIB MEMBAWA PERUBAHAN HIDUP"

Pembicara: Pdt. Samuel Irwan Santoso

Ps.Samuel Irwan Santoso

Tanggal 12 Juni 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)


Ayat Firman Tuhan : Yeremia 33:3, Matius 27:32, Lukas 23:26
Seringkali Tuhan mengijinkan kita berada pada suatu keadaan yang mustahil bisa kita atasi. Namun justru dalam keadaan kemustahilan-lah muijizat Allah dapat kita alami. Sesungguhnya bukan soal mujizat apa yang kita alami, tapi bagaimana kita bisa belajar dari keadaan kemustahilan tersebut untuk mengerti kehendak Tuhan dan pembentukan yang Ia kerjakan dalam hidup kita. Nilai orang Kristen tidak dilihat dari mujizat, berkat yang kita alami, tapi buah/karakter Kristus yang nampak dan keluar dari hidup kita.

Dengan alasan itulah Tuhan mengijinkan kita berada pada keadaan yang sulit (lembah kekelaman) supaya karakter kita dibentuk, keinginan daging kita semakin dikikis dan kita mengalami metamorfosis (perubahan hidup) sehingga menjadi seprti Kristus dan berjalan dalam kehendak Roh Kudus.

Yeremia 33:3. "Berserulah kepada-Ku,maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui."

Nabi Yeremia berada dalam keadaan yang sangat sulit dan Tuhan memperhadapkan kepadanya kondisi Israel yang berada dalam kehancuran dan pembinasaan oleh bangsa Kasdim (Kerajaan Babel) sehingga nabi berada pada titik terendah dalam pengharapan dan imannya kepada Tuhan, karena itu Tuhan memerintahkan Yeremia untuk berseru kepada-Nya.

Tuhan sedang memproses nabi dan menyatakan kehendak-Nya melalui kesesakan Israel. Fakta hidup kekristenan dari kebanyakan orang bahwa mereka tetap berjalan dalam keinginan daging dan tidak mau diproses oleh Tuhan; sekalipun rajin ke gereja, setia mengembalikan persepuluhan, taat untuk menabur dan selalu berseru kepada Tuhan tapi tetap menyimpan dosa dan keinginan daging walau merasa tetap diberkati, tapi hati-hatilah sebab akan tiba saatnya dimana Tuhan akan menolak dan tidak mengenalnya.

Matius 27:32.Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon, orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus
Simon orang Kirene adalah seorang Libertini (ahli Taurat di luar Palestina) yang rindu beribadah di Bait Allah di Yerusalem sesuai tuntutan Turat (setidaknya 1 kali setahun), dipaksa untuk memikul salib Yesus ke Golgotha.
Pemaksaan memikul salib Yesus Kristus seolah-olah suatu penyiksaan bagi Simon, perasaan malu dan lain sebagainya. Namun apa yang dilakukan Simon adalah bukan hal kebetulan: bagaimana Tuhan memproses hidupnya, diajar tentang kerendahan hati untuk memikul salib Kristus.

Pada hari Pentakosta Simon adalah salah seorang yang menyaksikan khotbah Petrus dan menyerahkan diri untuk menerima Kristus. Apa yang dialami Simon, salib yang dipikulnya membawa dia pada proses penyangkalan diri dan mau mikul salib Kristus. Penyangkalan diri membawa hidup kita masuk pada kemuliaan Tuhan dan menikmai hal-hal besar bersama Tuhan.

Berseru kepada Tuhan, artinya: kita memberi nama kepada Tuhan (nama deskriptif = nama yang disematkan kepada Tuhan sesuai pengalaman hidup).Contoh: peristiwa Hagar yang berseru "EL -Roi. 10 orang kusta yang memanggil Yesus Master/Komandan. Dalam setiap peristiwa, temukan makna rohaninya dan berseru kepada-Nya sesuai dengan nama yang Tuhan taruh dalam hati kita sesuai pergumulan yang kita hadapi.

Salib Kristus yang dipikul tidak memilih kondisi, atau dibatasi hanya kepada orang tertentu saja; Tuhan tidak pernah memberi dispensasi terhadap keadaan fisik kita, siapapun kita. Tuhan mau kehendak dan rencana-Nya tergenapi melalui hidup kita. Karena itu, apapun keadaan kita saat ini, jangan pernah menyerah, sebab melalui salib yang kita pikul, nama-Nya dimuliakan dan hidup kita sendiri semakin dibentuk serupa dengan gambar-Nya sehingga kemuliaan-Nya nyata melalui hidup kita.
Pikullah salib Kristus, minta pada-Nya pundak yang kuat sehingga kita dapat menyelesaikan perjalanan hidup ini dengan kemenangan dan penuh kemuliaan !


" HIDUP DAN BERJALAN DALAM KUASA"

Pembicara: Ps. Indri Gautama

Ps.Indri

Tanggal 06 Juni 2011 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan :


2 Korintus 1:20-22. Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah.Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.21Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi .22, memeteraikan tanda milik-NYA atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

Semua janji Krstus dalam Alkitab (Kejadian sampai dengan Wahyu) adalah Ya dan Amin, ya berarti tidak dapat dibatalkan, Amin berarti itu akan terjadi.
Ada 2 (2) instruktur dalam hidup kita yang menentukan destiny hidup kita, yaitu: 1. Hikmat (sakitnya di depan; tindakan iman, ketaatan, dll)
2. Konsekwensi ( sakitnya di akhir)
95% kemampuan diri kita dimiliki juga oleh orang lain, dan 5 % bagian dalam diri kita tidak bisa diberikan kepada orang lain, hal itu khusus untuk kita yaitu karena fungsi (keputusan untuk menjalani hidup), kesaksian hidup.
Hanya diri kita pribadi yang bisa membuat kita dewasa rohani, disiplin, dan mengalami pengalaman perjumpaan pribadi dengan Tuhan, dll.
Alkitab berisikan kesaksian-kesaksian hidup tokoh-tokoh yang berjalan dalam hikmat Allah yang akan mencapaia kesempurnaan destiny mereka tatkala kita sebagai orang yang dibenarkan Kristus mencapai destiny kita.
Kita yang bertanggungjawab memberi makan kerohanian kita setiap harinya., tidak cukup hanya satu minggu sekali ke gereja, tidak bisa mengandalkan orang lain seperti pendeta yang memberi makan kerohanian kita. Kita mendapatkan kuasa ketika kita bersekutu intim dengan Tuhan sebagai sumbernya (Menjadi satu dengan Bapa). Urapan adalah kekuatan ilahi yang memampukan kita menjadi partner Tuhan dalam melakukan Firman-Nya. Janji Allah dalam hidup kita tidak akan tergenapi sebelum kita menjadi partner Tuhan di bumi ini.

Yesaya 10:27a Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap."
Kuk yang dipasang oleh Yesus adalah ringan, tidak seperti kuk berat yang dipasangkan oleh dunia ini. Yesus datang untuk meneguhkan Kerajaan-NYA di bumi yang memiliki sistem pemerintahan dan otoritas. Sistem kerajaan Allah itulah yang membebaskan kita dari perbudakan /belenggu iblis.
Yesus mengembalikan citra diri kita kepada gambar Allah yang sejati, mengembalikan apa yang telah dirampas oleh iblis.

Ulangan 8:9. suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apa pun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kau gali tembaga.

Ketika hidup kita melimpah secara materi, ekonomi, maka kita pun memuliakan Allah, karena kita adalah keturunan Abraham dan berhak mengklain janji yang Allah berikan pada Abraham, Kristus telah mati sehingga semua janji-janjiNYA yang diwasiatkan oleh Allah bagi anak-anak-Nya.
Alkitab berisi janji-janji Allah, oleh karena itu, kita yang dipanggil menjadi murid Tuhan, harus turut belajar kebenaran Firman Tuhan yang ada dalam Alkitab, sehingga kita dapat meneladani pribadi Kristus yang seperti dalam perjalanan kehidupan-Nya yang memberi dampak ketika menjalani misi-Nya di bumi selama 3,5 tahun.
Dan kita pun mempraktekkan, berbicara, bertindak dengan dipenuhi Roh Kudus sehingga memberi pengaruh (garam dan terang) kepada dunia di sekitar kita dan memimpin di pilar-pilar strategis kehidupan, seperti: ekonomi, perdagangan, pendidikan, pemerintahan, dll dan pakailah pola pikir Allah dalam mengelola kekayaan Tuhan yang ada di muka bumi.
Kita dipanggil dan ditugaskan Allah untuk menjadi pengelola segala kepunyaan-Nya. Mengembalikan persepuluhan adalah kunci membuka pintu berkat Allah dan pagar untuk melindungi berkat yang Tuhan percayakan kepada kita.


"RUMAH KENCAN (HOUSE of DATE)"

Pembicara: Pdm. Riza Solihin

Ps.Riza Solihin

Tanggal 2 Juni 2011 Ibadah Kenaikan Yesus (jam 10.30 W.I.B)


Ayat Firman Tuhan : Lukas 24:50-53
50Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka 51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.52Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita

Mengapa Tuhan Yesus Terpikat/Jatuh Cinta
Pada Kota Betania ?

Yohanes 11:1-5

1. Ada Pribadi Lazarus yang memuaskan ke-kuasa-an Yesus. Yohanes 12:1 "Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati."
Melalui pribadi Lazarus ke-kuasa-an Yesus dapat dnyatakann, dipuaskan dan disalurkan.
Ketika kita percaya pada kuasa Tuhan, dan mukjizatNya kita alami

2. Ada Pribadi Martha yang memuaskan kemanusiawian Yesus (memuaskan rasa lapar akan makanan dan haus akan minuman) Yohanes 12:2. "Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus."
Kita dapat memuaskan kemanusiawian Yesus dengan mempedulikan sesama, seperti Martha yang menyajikan masakannya bagi Yesus. Matius 25: 33-35 35Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan ; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum ;ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;

3. Ada pribadi Martha yang memuaskan ke-ilahian Yesus.Yohanes 11:2 "Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya."
Apapun yag bisa


Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Agustus 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Juli 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Juni 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan April 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Februari 2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan Januari2011
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan November- Desember 2010
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan September-Oktober 2010
Ringkasan Khotbah Agustus - Desember 2009
Back to home

Ringkasan Khotbah Februari 2009

Back to home


GBI INTERCON JAKARTA

 

editor : Eddy Sriyanto
COPYRIGHT 2011-2013 LIVINGBLESSING

 Hidup yang memberkati, Berkat yang menghidupkan , bethel indonesia Berkat dan Hidup.Situs berkat bagi Indonesia. Sukacita adalah ciri orang Kristen, menjadi saluran berkat sesama.