Menyuarakan kebenaran Firman Tuhan


      CATEGORY
 PENDALAMAN ALKITAB
 GLOSSARY/KAMUS ROHANI
 RENUNGAN
 ARTIKEL POPULER
 F.A.Q
 MULTI MEDIA
 KESAKSIAN

Firman Tuhan adalah
sauh yang kuat
pegangan yang pasti
untuk tuntunan hidup 
dalam
keseharian ...
Click Here

      

Advertise
 
on www.keruxon.com

 
GLOSSARY
 ADVERTISE INFO
 ARSITEKTUR INDONESIA


Profil May.Jen.(Purn)Darpito

 

 

May.Jen.Darpito Pudyastungkoro
"Memimpin Dengan DOA"

Pengantar:
Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro (lahir di Semarang, 31 Agustus 1952) saat kesaksian ini dibuat pada awal bulan Juni 2010 menjabat sebagai Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya). Ia digantikan oleh Mayjen TNI Marciano Norman pada tanggal 29 Juni 2010. Beliau adalah Lulusan Akmil 1975. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Panglima Daerah Militer IV / Diponegoro dan Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpusenkav) dengan pangkat Brigadir Jenderal. Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro adalah berdarah Jawa.Menikah dengan Odidia Tinuk Denny Dyah Warsanti, dikaruniai dua orang anak yaitu Bayu Pratomo Herjuno Satito dan Sasanti Dwi Kristiani.

Kesaksian ditulis pada bulan Juni 2010, diambil dari VOICE Magazine

Nama saya adalah Mayor Jendral TNI Darpito Pudyastungkoro. Sebagai seorang Panglima tentara, saya memimpin Kodam Jaya Jayakarta tidak dengan senjata, amunisi, atau bayonet.Tapi saya memimpin wilayah Jabotabek ini dengan tiga huruf, yaitu D-O-A. Saya katakan doa, adalah karena saya imani benar-benar dan saya percaya sungguh bahwa yang mengangkat saya dan menempatkan saya sebagai pangdam Jaya ke 24, Jayakarta ini adalah Tuhan Yesus sendiri.

Karena Tuhan Yesus sendiri yang menempatkan saya di sini, dapat dipastikan ada yang Dia kehendaki untuk saya lakukan.Kehendak itulah yang selalu saya cari dan gali, karena tanpa suatu hubungan yang akrab dan karib dengan Tuhan, mustahil kehendak itu dapat terlaksana

May.Jen.Darpito Selain itu juga saya dituntut untuk senantiasa membaca firman Tuhan, karena melalui ketekunan dan keintiman itulah akhirnya saya akan mampu menemukan jawabannya.

Di dalam suatu doa, saya bertanya, "Tuhan, kalau Engkau sudah menempatkan saya di Kodam Jaya ini, lalu apa sesungguhnya yang Engkau inginkan dari saya?"
Tanpa menunggu lama, jawaban itu langsung saya dapatkan, yaitu "Buatlah orang-orang yang berada di sekelilingmu untuk semakin percaya kepadaKu." Ini saya anggap sebagai perintah dan hal inilah yang menyebabkan saya benar-benar mau mengimplementasikan perintahNya dan saya percaya kalau Tuhan sudah berkehendak pasti 1000% saya akan di back up.

Bagi saya, hidup itu adalah bersaksi dan melayani. Tidak pernah sekalipun saya meninggalkan pelayanan di sela-sela kesibukan saya setiap hari sebagai Panglima. Saya selalu melayani setiap hari Sabtu, Minggu dan mungkin hari-hari biasa pada sore atau malam harinya. Saya suyngguh bersukacita jika diundang dari berbagai tempat untuk sekedar sharing atau bersaksi yang berkaitan dengan Firman Tuhan karena saya tahu saya tidak akan bisa berbicara atau melayani seperti sekarang ini kalau Roh Kudus tidak bekerja atas diri saya. Segala sesuatu itu adalah campur tangan Tuhan senantiasa. Itu yang saya pedomani benar-benar.

Akhirnya muncul satu pertanyaan dalam hati saya, kalau Tuhan memerintahkan saya untuk membuat orang-orang di sekeliling saya semakin percaya kepada Tuhan, maka masih ada satu pertanyaan yang peerlu saya ajukan kepadaNya," Tuhan, saya ini kan bukanm pendeta, saya ini kan bukan seorang evangelis atau pekabar injil, bahkan menjadi majelis di gereja pun tidak.Tapi kenapa kok saya dapat pesan atau perintah sperti ini?"

Seperti biasa,Tuhan ;angsung menjawab;"Itu mudah saja, kamu cukup berdoa dan Aku sendiri yang akan bekerka." Halitu membuat banak kesaksian-kesaksian saya sampaikan adalah berkaitan dengan doa, mulai dari seorang istri yang ditinggal selingkuh suaminya lalu datang kepada saya hingga pergumulan orang-orang yang mengalami kesulitan ekonomi.
Lalu saya simpulkan bahwa melalui kekuatan doa ini pula saya akan gunakan untuk memimpin dan mengamankan stabilitas kota Jakatrta dan sekitarnya.

Ada kesaksian pribadi yang akan saya bagikan kepada pembaca ,yaitu ketika ayah saya yang berusia 96 tahun mengalami sakit. Sakitnya kali ini sepertinya sudah sakit gawat atau kritis, ,karena begitu saya antar beliau ke rumah sakit keputusan dari tim medis ataupun tindakan medis yang dilakukan adalah bapak harus masuk ICU.Nah, karena kondisinya memang sangat drop sekali, saya tidaktahu jrnis penyakitnya apa tetapi yang sering saya dengar bahwa dalam usia seperti itu biasanya orang tua rawan akan dehidrasi, akan ada penurunan keinginan atau nafsu makan dan minum sehingga tubuh lama kelamaan akan kehilangan cairan dan mengakibatkan dehidrasi.
Faktor dehidrasi ini akan mempengaruhi semua kerja alat tubuh lainnya sehingga banyak sekali organ-organ tyubuh yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Singkat cerita bapak kemudian dievakuasai ke Rumah Sakit Gatot Subroto dan lagsung dibawa ke ruang ICU untuk dilakukan tindakan medis selanjutnya.Setiap tindakan yuang dilakukan oleh para tenaga medis ini selalu saya perhatikan oloeh para tenaga medis ini, mereka bekerja sangat sigap dan saya rasa sebagai orang yang awam dalam bidang kesehatan ini sudah luar biasa. Artinya dalam kondisi kritis semacam itu selang-selang ini lalu masuk kemulutnya, seluruh tubuh sudah dipasangi instrument macam-macam bahkan ada instrumun yang ditanam dibalik kulitnya dan sebagainya.

Ketika saya datang menjenguk bapak di ruang ICU, di sana suasanannya cukup menegangkan. Saya tidak mengerti apa yang terjadi, saya lihat disitu sudah banyak berdiri para dokter,perawat-perawat dan kemudian yang lebih menegangkan lagi adalah ketika saya lihat jelas bapak dengan nafasnya yang sudah tersengal-sengal. Nafasnya sudah satu.. dua .. satu.. dua.. Dalam benak saya terpikir apakah sudah waktunya bapak dipanggil oleh Tuhan.
Tetapi pada kesempatan itulah yang membuat saya untuk memberanikan diri dan mengambil inisiatif berdoa. Dengan disaksikan oleh para dokter dan tim medis lainnya saya berdoa dengan cara mendekatkan mulut saya ke telinga bapak, sehingga kepala saya dan kepala bapak saling merapat.

Baru saja saya akan mulai berdoa, ternyata ada satu kepala lagi yang masuk bergabung diantara kami dan saya kaget ternyata itu kepala ibu saya yang usianya sudah 88 tahun pada waktu itu. Lalu saya dan ibu bersama-sama berangkulan untuk kemudian kami merangkul bapak yang sedang berbaring di tempat tidur.

Saya berdoa dengan suara yang cukup keras, inti doa saya adalah menyerahkan segala sesuatunya kepada kuasa Tuhan, karena Tuhan lah yang mempunyai kehidupan, karena kami yakin Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi kami manusia ciptaan-Nya.

Dalam doa tidak lupa kami juga berdoa agar Tuhan memberkati para dokter dan perawat yang merawat bapak, saya berdoa juga agar Tuhan memberikan mereka akal budi, kebijaksanaan dan kemampuan untuk menangani proses medis dari orang tua saya ini serta obat-obatan dan alat-alat yang akan digunakan. Singkat cerita, begitu kata amin saya ucapkan lalu membuka mata, yang terlihat pertama kali adalah seorang dokter wanita yang mengenakan kerudung. Dokter itu memberi acungan jempol, bahkan dua jempolnya diacungkan ke hadapan saya. Awalnya saya berpikir bahwa dia memuji doa kami karena dia selaku tm dokter juga ikut didoakan. Tapi setelah beberapa orang sudah mulai meningggalakan ruanga ,dokter itu mendekati saya,”Bapak tahu mengapa tadi saya mengacungkan jempol ketika tadi bapak selesai berdoa?” ini adalah pengakuan dari seorang dokter yang berjilbab, “Ketika bapak berdoa, saya melihat ada tiga kepala yang tertumpu disitu kemudian saya mendengarkan dan menyimak benar-benar doa yang bapak ucapkan tadi, mata saya tidak lepas dari seluruh instrument yang ada di situ dan apa yang terjadi pak, ternyata angka-angka dari seluruh panel instrument itu perlahan berubah. Angka-angkanya berubah dari angka-angka yang menggambarkan kondisi kritis menjadi status normal biasa!”

Luar biasa…! Luar biasa…! Jadi saya percaya dan imani benar bahwa doa kita ternyata memang dijawab secara spontan, tidak ada penundaan sama sekali dan itukah kekuatan doa! Seperti Firman Tuhan mengatakan, "Doa orang benar besar kuasanya." Mulai dari peristiwa itulah saya semakin takjub akan kebesaran dan kemurahan Tuhan yang luar biasa. Dan setelah kejadian itu dua hari kemudian semua instrument yang masuk ke mulut bapak akhirnya dilepaskan, selang-selang yang dulu mengaliri tubuhnya kini sudah ditanggalkan dan bapak sudah tidak menggunakan lagi nafas buatan.

Jadi yang melekat di situ hanyalah alat monitor jantung, infuse, oxygen dan kateter selebihnya tidak ada lagi alat-alat yang menempel seperti ketika bapak mulai masuk ICU, bapak sudah boleh masuk ruang perawatan biasa, total sepenuhnya bapak dirawat di rumah sakit adalah 2 bulan dan saat ini bapak sudah kembali ke rumah dan menjalani perawatan di ruman (home care)

Dikutip dari:Full Gospel Magazine 2010

 

Back to home

 


Apakah pengharapan Anda dalam kehidupan ini
Catatan pendalaman Alkitab, dirangkum dalam  GLOSSARY
dari berbagai sumber
Sebab bumi akan penuh
dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN
seperti air yang menutupi dasar laut.
.
Berdiri di atas kebenaran Firman Tuhan kami sajikan ANEKA RENUNGAN 

Colaboration Service at any type of contribution.


WWW.LIVINGBLESSING.ORG - SITUS KRISTIANI - INTER DENOMINASI



Situs www.livingblessing.org disajikan untuk sekedar melengkapi
wawasan rohani dan menyediakan bacaan yang bermanfaat

Setiap pengutipan seyogyanya memberitahu/ijin pada kami, atau mencantumkan copyright sumber
GOD BLESS YOU

Copyright 2018-2022  WWW.LIVINGBLESSING.ORG   DEVELOPED BY EDDY SRIYANTO