|


|
|
|
|
|
PERSEMBAHAN PUJIAN YANG MEMUKAU DARI GROUP GBI INTERCON, KLIK "SEGITIGA PANAH" DI ATAS UNTUK MEMUTAR VIDEO.
|
KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH
GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (RAYON 1-F)
"JAMINAN ALLAH MELALUI NATAL"
Pembicara: Pdt. Johan Lumoindong
Tanggal 26 Desember 2010 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Matius 1:21-24
Matius 1:21-24
Matius 1:23 “ Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”- yang berarti Allah menyertai kita.
Hidup manusia selalui dihantui oleh kekuatiran; seperti kita, demikian juga dengan Yusus seorang pria sejati tak luput dari kekuatiran dan ketakutan menghadapi sesuatu di luar kemampuan dan keterbatasannya. Tapi berita yang datang dari malaikat Tuhan mententramkan hatinya, meneduhkan sehingga ia memberanikan dirinya untuk melangkah dalam kehendak Tuhan.
Dampak dan Jaminan Natal bagi orang percaya:
1. Matius 1:24. Memberi keberanian dalam mengambil keputusan.
Yusuf mendapat kekuatan dan keberanian untuk melakukan Firman Tuhan sekalipun ia tahu resiko yang harus ditanggungnya: rasa malu, fitnah, terisolir bahkan dirajam batu tapi itu tidak membuat Yusuf lari dan menolak menerima Maria sebagai isterinya. Natal memberi kita keberanian untuk mengambil keputusan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Anda perlu keberanian dalam melakukan Firman Tuhan seperti Yusuf tanpa mempedulikan resiko yang akan dihadapi sebab Tuhan sanggup menolong dan meluputkan orang-orang yang berani mengikuti kehendak dan rencananya.
2.Matius 1:21.Membawa keselamatan
Tuhan tidak hanya memberikan roh keberanian kepada orang-orang yang melakukan kehendak dan berada dalam rencana-Nya tapi terlebih lagi menyelamatkan mereka dari dosa, kesesakan, keterasingan, ancaman dan bahaya maut.
Yesus artinya: keselamatan, Juruselamat,; sesuatu yang paling dibutuhkan semua manusia yang menuju kebinasaan.
3.Matius 1:22 Membawa kegenapan.
Melalui Natal Kristus Yesus janji Tuhan digenapi kepada kita manusaia.. Yesus Kristus adalah pemberian yang terbesar dan terbaik dari Allah kepada kita dan tidak ada pemberian yang lebih istimewa dari diri-Nya sehingga peristiwa natal menyatakan kasih Allah yang sempurna dan genap kepada kita manusia. Kalau Anak-Nya yang tunggal saja Allah berikan kepada kita untuk menggenapi janji keselamatan, apa takn lagi segala kebutuhan jasmani kita? Ia akan terus menggenapi janji-Nya bagi Anda dan saya.
4.Matius 1:23 Memberi penyertaan dalam kesesakan.
Hal yang terbaik dan menyenangkan dalam hidup kita yang penuh kesesakan adalah penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhan akan memberi kita kekuatan, semangat dan gairah serta kepastian dalam menjalani hidup yang tidak menentu ini.Penyertaan-Nya memberi kita sukacita, damai sejahtera dan kuasa meraih segala berkat dan janji-janji-Nya.
"Bagi Tuhan Tidak Ada Yang Mustahil"
Pembicara: Pdm. Rullianto Wijaya
Tanggal 12 Desember 2010 Ibadah Raya III (jam 11.00 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Markus 5:21-23 (Yesus menyembuhkan anak Yairus)
Masalah arau pergumulan hidup adalah bahagian yang melekat erat dengan kehidupan setiap kota apalagi dalam hidup orang percaya. Penyertaan TUHAN atas hidup orang percaya tidak membuat kita luput dari masalah atau tidak ada masalah sama sekali.
Bedanya,, masalah bagi orang percaya adalah sarana yang dipakai Allah supaya kita dapat melihat kuasa Allah dan mendewasakan iman kita. Allah sangar sanggup melepaskan kita dari masalah tapi terpenting adalah bagaimana kita dapat belajar dan melihat bagaimana cara Allah menolong kita dengan kuasa-Nya?
Bagaimana kita dapat mengalami mujizar dan pertolongan Tuhan ?
1.Kita harus berdoa. Ayat 22-23 "(Ada kuasa dalam doa.)
Keyika beban berat menindih hidup Anda, jangan meminta pertolongan kepadamanusia atau siapa pun,tapi datanglah kepada TIHAN sebab Dia tahu dan mengerti apa yang terbaik dalam hidup Anda. Anda tidak mengerti
2.Jangan mengeluh jika ditimpa oleh masalah (ayat 24-34).
Yairus tidak mengeluh dengan keadaan yang dilihatnya mustahil anaknya dapat disembuhkan
" “VISI GEMBALA SIDANG 2011” (Imamat 1:1-9) "
Pembicara: Pdp. DR.Janto Simkoputera,ND,PhD
Tanggal 5 Desember 2010 Ibadah Raya IV (jam 16.30 W.I.B)
Ayat Firman Tuhan : Amsal 29:1 8 ; Yesaya 48:17-19
Amsal 29:18 mengatakan,"Bila tidak ada wahyu menjadi liarlah rakyat.
Untuk itulah perlu visi yang datang dari Tuhan untuk menuntun umat-Nya. Tahun 2011, Gembala Sidang kita mendapat visi dari Tuhan bahwa Tahun 2011 adalah tahun multiplikasi dan tahgun promosi, di mana Tuhan akan mengajar dan menuntun kita meraih berkat dan janjiNya, syaratnya kita harus memperhatikan dan melakukan perintah-perintahNya (Yesaya 48:17-19).
Apa saja perintahNya untuk tahun 2011?
1.Menjadi saksi Kristus.
2.Mempersiapkan Jalan Bagi Kedatangan Yesus.
Yesaya 40:3-5Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
Mp align=lkeft>
Sebagaimana ayat firman di atas, hal kedua yang harus kita lakukan adalah:
a.Mempersiapkan jalan: artinya mempersiapkan orang-orang yang belum/tidak percaya supaya percaya kepada Tuhan Yesus.
b.Meluruskan jalan: artinya orang yang sudah percaya tetapi hidup dalam kedagingan supaya bertobat, jalannya diluruskan.
c.Lembah,gunung,bukit diratakan
d.Tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran
" “PENYEMBAHAN YANG BERKENAN” (Imamat 1:1-9) "
Pembicara: Pdm. Sukirno Tarjadi
Tanggal 28 November 2010 Ibadah Raya I
Ayat Firman Tuhan : Yohanes 18:1-6 (Yesus di tangkap)
Pdm. Sukirno Tarjadi
“Mengampuni”
Yohanes 18:1-6
Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
2 Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.
3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"
5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
6 Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
Kisah pengkhianatan Yudas terhadap Gurunya (Yesus Kristus) menjadi kisah yang sangat terkenal melebihi kisah pengkhianatan Brutus terhadap Kaisar Julius Caesar (Kaisar Romawi) ayah angkatnya. Pengkhianatan adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dan hal itu akan selalu dilakukan oleh orang yang dekat dengan kita.
Apa yang hendak kita lakukan saat menghadapi pengkhianatan?
1. Ayat 6, Serahkan/membiarkan diri kita menghadapi pengkhianatan.
Tuhan Yesus sadar bahwa Ia akan dikhianati. Ia membiarkan dan menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap tanpa melawan. Padahal Ia penuh kuasa dan sanggup untuk menghindar bahkan melawan pengkhianatan itu, tapi Ia memilih untuk menyerahkan diri. Menapa kita takut menghadapi pengkhianatan? Karena kita masih dikuasai oleh kedagingan kita. Kita terlalu sayang dengan diri kita, tidak mau kehilangan haerga diri dengan alasan “demi menegakkan kebenaran.”
2. Serahkan Pembalasan kepada Tuhan.
1 Petrus 2:21-23,21”Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
Tuhan mengajar kita untuk menyerahkan pembalasan kepada Allah. Pembalasan bukan hak kita tapi milik Allah. Kebenaran tidak perlu dibela sebab kebenaran akan muncul dengan sendirinya dan membenarkan orang benar.
Kita terbiasa membalas kejahatan dengan kejahatan dan merasa puas dengan cara kita sendiri. Sesungguhnya tidak ada yang benar dalam tindakan kita jika kita berusaha membela kebenaran diri dan terus merasa benar.
3.Memberi Pengampunan.
Yesus mengampuni mereka yang menyalibkan diri-Nya, bahkan pengkhianatan yang sering kita lakukan dalam hidup kita kepada-Nya. Tuhan Yesus tidak pernah mengingat segala pelanggaran dan pengkhianatan kita kepada-Nya. Ia tidak hanya mengajarkan tentang pengampunan tapi juga membuktikannya di atas kayu salib. bukan untuk kebaikan orang lain.
Tidak ada untungnya menyimpan kesalahan orang lain, hal itu hanya membawa penyakit dalam tubuh kita. Keuntungan dari sikap mengampuni kesalahan orang lain adalah supaya kita hidup sehat dan kita juga diampuni Tuhan, disembuhkan dan dipulihkan Tuhan.
" Roh Yang Luar Biasa (Excellent Spirit)"
Pembicara: Pdp. Henky So,S.Th
Tanggal 21 November 2010 Ibadah Raya IV
Ayat Firman Tuhan : 2 Korintus 8:1-5
Pdt Henky So,S.Th
2 Korintus 8:1-5
Dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus, Paulus menyebutkan Jemaat-jemaat di Makedonia sebagai contoh dan teladan hidup yang harus ditru oleh jemaat Korintus. Ada beberapa Jemaat di Makedonia: Filipi, Tesalonika dan Berea.
Walaupun mereka jemaat-jemaat yang baru,tapi mereka suka bersaksi sehingga seluruh kota Makedonia telah mendengarkan injil. Mereka juga suka memberi khususnya dana Misi (membantu jemaat di Yerusalem). Jadi jemaat Makedonia memiliki roh yang luar biasa. Rasul Paulus bahkan memuji Jemaat di Filipi sebagai “Mahkota dan sukacitaku.” Dan kepada jemaat Tesalonika “Jemaat yang menjadi sukacitaku, mahkotaku dan kemuliaanku.”
Apa yang perlu kita pelajari dari jemaat-jemaat Makedonia ini?
1. 2 Korintus 8:2. Dalam penderitaan yang hebat/berat mereka meluap dengan sukacita.
Mengapa mereka meluap dengan sukacita sekalipun dalam penderitaan yang berat? Karena mereka menang dan sanggup mengatasi penderitaan yang mereka alami. Bagaimana bisa menang? Karena mereka merespon setiap penderitaan dengan respon yang benar yaitu dengan mengucap syukur. Mereka tidak merespon penderitaan hidup dengan respon yang salah yaitu bersungut-sungut, mengeluh kepada Tuhan, kecewa dan tidak beribadah/bersekutu.
2 Korintus 8:2b-3. Tidak bermental miskin.
Tidak semua jemaat di Makedonia mampu dalam ekonomi. Dan dalam keadaan kekurangan mereka setia membetri. Mereka tidak memiliki mental orang miskin. Mereka memiliki prinsip hidup “beri supaya engkau diberi” dan “lebih bail memberi dari pada menerima” kemiskinan jangan menjadi alaasan untuk kita tidak memberi. Orang yang memiliki mental orang miskin tidak akan diberkati oleh Tuhan. Tuhan tidak melihat nilai yang kita beri dari persembahan kita tapi lebih kepada sikap hati yang tidak terikat oleh kekayaan dan hati yang mengasihi Tuhan. Sekali lagi kemiskinan jangan jadi alasan untuk kita tidak memberi.
Beberapa contoh dalam Alkitab bagaimana Tuhan memberkati para janda miskin ketika mereka dengan sukacita memberi, ketika mereka tidak bermental miskin dan melayani Tuhan dengan segala kekurangannya sehingga mengalami mujizat yang luar biasa.
3.Mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus kedua kali 1 Tesalonika 5:6
Jemaat-jemaat di Makedonia memiliki kesiapan untuk menyongsong kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya.Bagaimana kita menanti kedatangan Yesus? Kisah 3:21 menyatakan adanya gelombang pemulihan, seperti yang difirmankan Tuhan. Gereja Tuhan harus mengalami pemulihan terlebih dahulu sehingga kita bisa mengalami pengangkatan (rapture)
Pemulihan yang Tuhan kerjakan di akhir zaman ini:
Pemulihan hubungan Bapa dengan anak (Maleakhi 4:5-6)
Mengapa pemulihan Bapa dengan anak? Pemulihan hubungan Bapa dan anak membuat orang mengalami:
a. Pemulihan kasih BAPA. Figur bapa di dunia asdalah gambar yang kelihatan dari Bapa Surgawi. Kepahitan kepada bapa dunia akan mengakibatkan penolakan terhadap kasih Bapa Surgawi.
b. Pemulihan dalam keluarga. Hubungan yang buruk antara bapa dan anak akan mengakibatkan anak tumbuh dalam penolakan dan kebencian, dan akan terus berlanjut terhadap orang lain. Hubungan keluarga dapat dipulihkan ketika kasih Kristus masuk dalam hidup setiap pribadi dalam keluarga.
c. Pemulihan dengan sesama. Akibat hubungan yang rusak dengan bapa di dunia,akan merusak hubungan anak kita dengan sesamanya.Menjadi anak bermasalah adalah akibat dari perlakuan ayah yang buruk terhadap ibu dan anak.
Awal pemulihan:
1.Bapa-bapa jangan menyakiti hati anak-anakmu! Kolose 3:21.
2.Jangan menyakiti hati ibunya (istrimu).
Ringkasan Khotbah GBI INTERCON bulan September-Oktober 2010
Back
to home
|
|
|
|
COPYRIGHT 2005 - 2011 LIVINGBLESSING |
|
|
|
Hidup
yang memberkati, Berkat yang menghidupkan , Berkat dan Hidup.Situs berkat bagi Indonesia. Sukacita adalah ciri orang Kristen, menjadi saluran berkat sesama.
|