Google
CONSTANTINE
Kaisar Romawi Yang Bertobat

Dari berbagai sumber
diringkas oleh Editor

Constantine adalah Kaisar pada tahun 306 sesudah masehi yang menggantikan ayahnya, Constantius Chlorus yang meninggal di York. Pada saat Constantine mulai memerintah, ia menghadapi berbagai masalah, mulai dari pemberontakan dari sebagianb rakyat yang ingin memisahkan diri, dan lawan-lawan politiknya. Ia pernah berjaya mengalahkan Licinus di Chrysopolis ,dan Adniaople pada tahun 323.

Hal berbeda dialami kaum Kristiani di wilayah kekuasaan Romawi yang sering mengalami penindasan bahkan pembunuhan. Pada saat awal pemerintahannya, kaum Kristen ini sempat diberikan sedikit kelegaan dalam beribadah. Namun perkembangan jumlah kaum Kristen yang sedemikian pesat, membuat penguasa kembali memperlakukan orang Kristen dengan sangat kejam. Sudah menjadi hal biasa jika ada orang Kristen diadu dengan singa di Colloseum, ataupun dibakar hidup-hidup.

Ketika Constantine memimpin peperangan di Adniaople, tiba-tiba ia melihat suatu penglihatan. Dalam penglihatan itu ia melihat lambang PAX dan suara yang mengatakan "dengan lambang ini engkau akan menang".Setelah melihat penglihatan itu, Konstantin bertobat menjadi orang Kristen, dan memutuskan bahwa agama Kristen menjadi agama nagara.

Pertumbuhan iman Constantin makin menguat, ia bahkan menjadi penengah ketika terjadi pertentangan antara penganut aliran Kristen Barat dan Timur. Inisiatif Kaisar Konstantin mengundang semua pihak yang berselisih paham dalam suatu konperensi di Nisea tahun 325, yang terkenal karena menghasilkan Niceae Creeed. Pada konperensi itu ditetapkan dasar-dasar baru yang disetujui kedua belah pihak. Sesudah itu, Kaisar Konstantin mengukuhkan agama Kristen sebagai agama kekaisaran Roma. Sejak itu penganiayaan dan pemusnaan orang Kristen berakhir, bahkan umat Kristen dapat beribadat dengan lebih leluasa di wilayah kekaisaran Roma.

 

 

 

Konstantinus

 

 

Back to home