|
WATCHMAN NEE
Kisah kehidupan pejuang Injil:
dikumpulkan dari berbagai
sumber
dirangkum oleh Eddy Sriyanto
|
"
Apa yang Allah ungkapkan
kepada saya sangatlah jelas:
Dari semula Allah rindu
membangkitkan gereja-gereja
lokal di berbagai daerah
di China. Ketika saya menutup
mata, kelahiran gereja-gereja
lokal muncul dalam penglihatan
saya. . ."
“Jika
seorang ibu mengetahui rumahnya
sedang terbakar, dan dia
sendiri berada di luar rumah
sedang mencuci pakaian,
apakah yang akan dilakukannya?
Walaupun ia sadar akan bahaya,
bukankah ia akan menerobos
api untuk masuk ke dalam
rumah? Walaupun saya tahu
bahwa kepulanganku sangatlah
berbahaya, aku tahu pasti
banyak saudara-saudariku
di dalam. Bagaimanakah aku
dapat meninggalkan rumahku?”
"Kristus
adalah Putera Allah yang
mati bagi penebusan dosa
dan dibangkitkan setelah
tiga hari. Ini adalah kebenaran
terbesar di dunia ini. Saya
mati karena imanku kepada
Kristus. Watchman Nee."
|
|
|
|
PEKERJAAN ALLAH YANG LUAR BIASA
DI CHINA
Bermula dari abad keenam belas, banyak misionari Protestant
dari eropa dikirim ke China . Dalam tahun-tahun pertama abad
dua puluh, diikuti pengerja-pengerja yang setia dan dipercepat
dengan banyaknya martir Kristen dalam the Perang Boxer, Pergerakan
kekristenan bergejolak di China secara dramatis. Banyak pengkhotbah
China dibangkitkan Allah dan besar dalam memberitakan Injil,
terutama sekitar tahun 1920 di antara generasi baru China dari
sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Sejumlah mahasiswa
yang cemerlang, diantaranya adalah Nee Shu-tsu (Watchman Nee),
dipanggil dan diperlengkapi oleh Allah untuk melakukan pekerjaan-Nya
pada waktu itu.
Nee Shu-tsu, yang nama baratnya adalah Henry
Nee, dilahirkan sebagai generasi kedua dari orangtua Kristen
di Foochow, China pada tahun 1903. Kakeknya,pernah belajar di
American Congregational
College in Foochow dan menjadi Gembala China pertama dari Gereja
Congregationalists di propinsi Hokkian Utara. Nee Shu-tsu telah
diserahkan pada Tuhan sebelum kelahirannya. Menginginkan anak
lelaki, ibunya bernazar pada Tuhan, "Jika anakku lahir
lelaki, Saya akan persembahkan ia pada-Mu." Tuhan menjawab
permohonannya, dan setelah Nee Shu-tsu lahir. Ayahnya kemudian
mengatakan padanya, "Sebelum engkau dilahirkan, ibumu telah
bernazar mempersembahkan engkau kepada Tuhan".
Mengutamakan keselamatannya, Nee Shu-tsu adalah
siswa yang sangat tekun belajar, iapun seorang yang saangat
cerdas. Dia selalu ranking pertama dalam kelasnya dan juga di
sekolahnya, dari sekolah dasar sampai sarjana di Anglican Trinity
College di Foochow. Dia memiliki banyak mimpi besar dan rencana
untuk masa depan supaya sukses dalam hidup ini. Nee Shu-tsu,
yang telah mengenal Alkitab sejak kecil , punya pemahaman yang
dalam bahwa jika dia telah menerima keselamatan dari Yesus Kristus,
maka dia harus juga melayani Tuhan. In 1920, sesudah pergumulan
yang hebat, Nee Shu-tsu yang berusia tujuh belas tahun, masih
siswa sekolah menengah atas, bertobat dan diselamatkan. Sebagai
ungkapan dari pertobatan itu, rencana yang telah dibuatnya semula
menjadi kosong dan karirnya diabaikan. Ia menyaksikan, "Dari
kegelapan saya diselamatkan, saya memulai hidup yang baru, untuk
hidup yang Allah abadi telah berikan pada saya". Pada akhirnya,
setelah dipimpin Tuhan untuk menerima ladangnya, dia mengambil
nama barat yang baru, Watchman dan nama Chinese baru menjadi
To-sheng, yang berarti "Bisa/upas Penjaga/penglihat',"
karena dia sadari dirinya sebagai penjaga yang dibangkitkan
untuk menyuarakan panggilan peringatan di malam hari.
Perlengkapan
dan Pelatihan
Pengenalannya akan rencana Allah, Kristus, buah Roh, dan gereja
didapatinya dengan menyelidiki Alkitab dan membaca buku-buku
rohani. Watchman Nee menjadi sangat intim dan dicerahkan secara
luar biasa oleh Firman melalui pembelajaran yang rajin menggunakan
dua puluh methode. Sebagai tambahan, dalam hari-hari awal dalam
pelayanannya dia gunakan sepertiga penghasilannya untuk keperluan
pribadinya, sepertiga untuk menolong sesama, dan sepertiga untuk
buku-buku rohani. Dia memiliki koleksi lebih dari 3.000 buku-buku
Kristen terbaik, termasuk hampir semua karya penulis Kristen
klasik dari abad pertama.. Dia mempunyai kemampuan fenomenal
untuk memilih, memahami, mencerna dan mengingat bahan-bahan
yang terkait, dan mampu mendapatkan pokok-pokok dari satu buku
dalam satu pandangan sekilas. Watchman Nee sanggup mengumpulkan
poin-poin tulisan yang berguna dan prinsip rohani melalui sejarah
gereja dan mensintesakannya menjadi visinya dan mempraktekkan
kehidupan Kristiani dari gereja. Watchman
Nee menerima banyak pencerahan dan bantuan dari sejumlah penulis
Kristiani, sebagai berikut:
Sumber Pencerahan Rohani :
1. The assurance of salvationGeorge Cutting, a Brethren writer
2. LifeJohn Bunyan's Pilgram's Progress Madame Guyon's biography
Hudson Taylor's biography the writings of other mystics
3. ChristJ.G. Bellett Charles G. Trumbull A.B. Simpson
T. Austin Sparks others
4. The Spirit Andrew Murray's The Spirit of Christ
5. The Three Parts of Man (body, soul, and spirit) karya Jessie
Penn-Lewis
Mary C. McDonough
6. Faith , George Müller's autobiography
7. Abiding in Christ karya Andrew Murray yang merupakan biografi
Hudson Taylor
8. The subjective aspect of Christ's death and spiritual
warfareJessie Penn-Lewis
9. Christ's resurrection and His Body oleh :T. Austin Sparks
dll
10. God's plan of redemption oleh Mary McDonough
11. The church John Nelson Darby dll
12. Prophecy oleh Robert Govett ,D.M. Panton, G.H. Pember dan
penulis lain
13. Church history karya John Foxe dan E.H. Broadbent dll
14. Bible exposition and many other truths, in general oleh
John Nelson Darby
Watchman Nee menjadi sangat akrab dengan beberapa
buku ini melalui Margaret
Barber, seorang mantan misionari Anglican . Awal dalam kehidupan
Kristen , dia menerima banyak pembentukan rohani dan penyempurnaan.
Terutama melalui persekutuannya dengan Miss Barber, Watchman
Nee menyadari bahwa menjadi Kristen adalah suatu kehidupan Ilahi.
Melalui penggembalaan Miss Barber, dia belajar untuk lebih banyak
memperhatikan hidup daripada kerja dan untuk hidup dalam Kristus.
Wahyu dan Kehidupan
Melalui persekutuannya dengan Miss Barber dan yang lainnya,
dalam pembelajarannya tentang Alkitab dan sejumlah buku rohani,
Watchman Nee menerima wahyu yang mensejahterakan. Dia benar-benar
pelihat dari pewahyuan Allah. Inti utama dari pewahyuannya adalah
tiga hal: ini mengakui(1) Kehidupan dari penyaliban, (2) Kehidupan
dari kebangkitan, dan (3) Wacana dari kehidupan.
Berkaitan dengan hidup penyaliban, dia melihat
dan mengalami aspek subyektif dari kematian Kristus. Dia sadari
bahwa ia telah disalibkan bersama Kristus, dan bukan lagi ia
yang hidup melainkan Kristus di dalam dia. Dia belajar untuk
bertahan dalam penyaliban Kristus adalah memikul salib dengan
menolak membiarkan tradisi kuno ataupun kedagingan lain yang
menyuruh untuk meninggalkan salib. Dia sadar bahwa untuk mendapatkan
pengalaman rohani, Allah akan merancangkan keadaan tertentu
padanya sebagai suatu tugas praktis baginya. Inilah yang nyata
Allah kerjakan dalam kehidupan Watchman Nee.
Dalam permulaan pelayanannya, Allah mengatur
sejumlah keadaan yang memberikan kesempatan padanya untuk menyangkal
dirinya sendiri dan memikul salibnya untuk hidup dalam Kristus.
Watchman Nee tahu bahwa ia tidak hanya mati bersama Kristus,
tetapi juga bangkit bersama Dia. Kristus yang bangkit dengan
kepehuhan Roh Kudus menjadi hidupnya. Dengan hidup kebangkitan
dari Kristus, ia mengabaikan duniawi, melupakan cita-citanya,
menyangkali dirinya sendiri, dibebaskan dari dosa, dan mengalahkan
Iblis. Ini adalah hidup kebangkitan dari Kristus kalau dia melayani
Tuhan, dan menerima tugas dari Tuhan.
Watchman Nee menyaksikan bahwa gereja sebagai
Tubuh Kristus dengan sederhana dibesarkan, diperluas, dan dinyataaakan
oleh kebangkitan Kristus. Visinya bahwa Kristus dengan kebangkitan-Nya adalah hidup dan muatan dari gereja. Mengacu pada visi ini,
ia tidak hanya melayani Kristus yang bangkit, tetapi juga melayani
para pengikut Kristus untuk membangun Tubuh Kristus. Dia seringkali
menghadapi kenyataan bahwa segala sesuatu yang bukan dari Kristus
adalah bukan untuk gereja, dan segala sesuatu yang tidak dibuat
dari kebangkitan Kristus adalah unsur asing bagi tubuh. Kebangkitan
Kristus tidak hanya menjadi hidup dan kehidupannya, tetapi juga
pesan dan pelayanannya.
SELANJUTNYA (Part Two): Beban dan Tugas
.
|